Translator

Minggu, Agustus 15

Indigenous Psychology

image

Psikologi  pada dasarnya merupakan suatu cabang ilmu untuk memahami lebih dalam tentang manusia. Banyak aliran yang digunakan untuk memahami manusia, misalnya aliran Psikoanalitik, Behavioris, Humanistik, dll. Aliran-aliran tersebut merupakan suatu dasar perspektik dalam memahami manusia yang telah digunakan selama bertahun-tahun.

 

Indigenous Psychology : Understanding People in Context

 

Indigenous Psychology merupakan suatu terobosan baru dalam dunia psikologi yang mana merupakan suatu untuk memahami manusia berdasarkan konteks kultural/budaya.

Mengapa Indigenous Psychology diperlukan? Hal ini terkait dengan “masalah” yang ditimbulkan oleh teori yang tersebut di atas. Teori yang ada dan digunakan selama ini, jika ditelusuri lagi merupakan suatu teori yang disusun berdasarkan sampel orang-orang barat dengan budaya barat. Teori tersebut kemudian digeneralisasikan untuk, bisa dikatakan, hampir semua orang di dunia ini. Padahal belum tentu teori tersebut sesuai dengan budaya suatu negara. Ada suatu perbedaan yang terkandung di dalam budaya di tiap-tiap daerah. Oleh karena itulah Indigenous Psychology dibutuhkan. Namun, mengingat bahwa Indigenous Psychology ini adalah suatu paham baru, penelitian mengenai Indigenous Psychology masih diperlukan

 

 

 

Tag Technorati: {grup-tag},,,

 

 

14 komentar:

Jazz Muhammad mengatakan...

aku setuju teh.... banyak buku2 referensi ari barat yang tidak kontekstual dengan negeri ini

bagi pelajar sih sudah seharusnya kritis menghadapainya. Tidak menelan mentah2

anak nelayan mengatakan...

nice info sobat

albertus goentoer tjahjadi mengatakan...

info yang bermanfaat... trims mbak...

kesehaRian Ra-Kun mengatakan...

betul juga. sepertinya kasus yang sama juga berlaku dalam teori-teori linguistik.

Chi mengatakan...

klo boleh tau ini teori baru atau bagaimana? sbab slama ini klo sy siy memandangny slalu dari lingkungan yg mempengaruhi subyekny.. ^_^

restry mengatakan...

@ jazz muhammad : iya, seharusnya begitu.. :))
@ anak nelayan & tjahjadi : semoga bermanfaat kawan :)
@ ra-Kun : kebanyakan memang seperti itu
@ chi : hmm gimana ya.. dibilang teori juga belum, karena ini baru sebuah ide besar yang diprakarsai oleh ahli2 di asia, seperti Uichol Kim asal korea,,tapi karena melihat pemahamannya yang memahami dari segi kultur mungkin diharapkan nantinya, di tiap negara, bisa membangun sebuah konsep yang pas untuk negaranya sendiri,

riesta mengatakan...

aku gak ngerti....
bingung....
wkwkwkkwkwkwk

restry mengatakan...

@ riesta : kalo bingung jongkok aja deh ries..haha...

albertus goentoer tjahjadi mengatakan...

malam mbak... gimana kabarnya hari ini?

kebookyut (DiVe) mengatakan...

busyet... psikologi menurut keboo berat... waktu ini sempet diajarin m dosen psikologi soal id ego ma superego...hhhh... banyak bgt teorinya,,,

Corat - Coret [Ria Nugroho] mengatakan...

gak ngerti tentang psikology
tp aku suka membaca sifat seseorang dari cara menulis, bicara dan gerak tubuh
klo gtu termasuk ilmu psikology ga ya ^^

Kang Sugeng mengatakan...

walah ora mudeng aku res... wis tak woco bolak baling nanging isih tetep bingung

Faril mengatakan...

bener banget...karena beda budaya akan beda pula sifat seseorang..
emang sulit untuk mempelajari sifat manusia,,yang bukan ilmu pasti..
ooia,teori ini mempelajari manusia bagian mana?

btw,,istilah butterfly effect tuh sebenarnya maksudnya apa ya??

desilamaenge mengatakan...

menurut saya yoga, dzikir , shalat, meditasi, bisa dikategorikan teknik terapi yg bisa dipakai menurut aliran ini.

Poskan Komentar