30 Persen Lowongan Kerja Tidak Terisi
Begitulah tagline dari artikel di Kompas, 11 Februari 2011. Miris sekali apabila mengetahui kenyataan seperti yang diberitakan dalam salah satu media massa nasional tersebut. Kenyataannya banyak sekali sekitar 4,12 juta pencari kerja, dari 2,38 lowongan kerja yang tersedia hanya terisi 1,62 juta orang.
Meniti karir memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu perjuangan dan usaha yang keras dalam mencapai karir yang diinginkan. Jika teman-teman pernah menonton film The Pursuit of Happyness (klik disini untuk membaca resensinya) disitu dapat dilihat betapa kerasnya perjuangan seorang salesman untuk mengubah hidupnya menuju kesuksesan. Diawali dari kerugian yang ia dapatkan dari karirnya sebagai seorang salesmen, Chris Gardner mencoba untuk meniti karir di bidang lain, yakni sebagai pialang saham, Di film tersebut terlihat bagaimana Chris Gardner- di tengah kehidupannya yang mengakibatkan ia hidup sebagai gelandangan- berjuang keras, belajar dengan tekun, dan teliti serta penuh kesabaran demi meraih sukses dalam karirnya sebagai pialang saham.
Apa yang dikisahkan dalam film tersebut, menggambarkan perjuangan seseorang dalam meniti karir tidaklah mudah.. Ada banyak sekali jalan yang harus ditempuh. Butuh proses. Sebuah proses itu berarti jalan panjang dan butuh rintangan. Hal ini seperti seseorang ingin mencapai puncak suatu gunung, Ia harus menempuh jalan panjang dan terjal, sebelum pada akhirnya mencapai puncak, dan ketika ia mencapai puncak, akan timbul rasa senang, haru, gembira, dan kepuasan.
Tehusijarana (2005) mengemukakan bahwa ada empat hal dasar yang perlu diperhatikan dalam proses dalam meniti karir, yaitu :
1. Buat dan milikilah visi pribadi
2. Milikilah target, sehingga visi bukan sekedar keinginan belaka
3. Atur waktu sehingga target dapat terwujud.
4. Lihatlah pekerjaan sebagai profesi sehingga ada keinginan untuk meningkatkan keahlian
Dari empat dasar yang diungkapkan oleh Tehusijarana, mari kita kembali ke kisah Chris Gardner. Berangkat dari kerugian yang diperoleh, ia berkeinginan untuk mengubah hidupnya untuk dapat lebih bahagia. Keinginan untuk bahagia inilah visi pribadinya. Visi ini yang membuatnya terus bekerja keras sebagai salesman, hingga suatu hari ia menemukan sebuah lowongan kerja untuk menapaki karir sebagai seorang pialang saham. Setelah melihat kesempatan untuk bahagia akan didapatkan dengan menjadi seorang pialang saham, akhirnya Chris pun beralih profesi. Ia telah menetapkan targetnya berkarir sebagai seorang pialang. Tentunya tidak serta merta ia meraih sukses. Chris harus mengikuti program magang tanpa bayaran sebelum akhirnya ia berhasil menjadi pialang. Di akhir cerita ia mampu mengatur kehidupannya dan terus berjuang demi meraih visi serta targetnya sehingga Chris menjadi seorang pialang saham yang sukses.
Pada akhirnya, karir bukan merupakan suatu hal yang mampu diraih secara instan, namun ada proses yang menyertainya. Proses tersebut mampu membuat diri kita semakin mantap atau justru semakin down. Kita akan semakin mantap menapaki suatu karir, apabila kita mempunyai arah, tujuan, dan keinginan yang jelas. Dari hal itu, akan timbul motivasi dalam diri dan rasa percaya diri untuk mengembangkan karir yang dimiliki. Begitu pula sebaliknya ketika tidak ada arah, tujuan, dan keinginan dari diri kita sendiri, motivasi untuk berkembang mungkin tidak muncul sehingga karir berhenti di tengah jalan.
Sumber :
Tehusijaraa, Jim. 2005. From Waiter to General Manager. Jakarta : PT Kawan Pustaka


15 komentar:
Dan kadang ada juga faktor luck yang bisa membawa kita ke tingkat tertentu, walaupun kita nggak boleh hanya mengandalkan itu aja.
Nice post.
:)
-Ninneta-
berkarir harus gigih ya :)
good.....
Berkunjung..:D
Salam sukses!
Artikelmu bagus juga,
silahkan berkunjung di blog saya @
Get A New Articles
makasih...
pokoknya pantang menyerah adalah kunci utama!
nice post ni ;)
setubuh sama pertamax
keberuntungan juga berpengaruh besar...hehehehe
artikel yg bagus
bner faktor keberuntungan berpengaruh bsar,,,nn kbnyakan dr sgi "duit"
salam kenal ya!!!!!!!!!!!
nice....
visit our blog at http://uhooi.blogspot.com/
yang pasti kita harus pantang meyerah dan jauh dari rasa putus asa, segala sesuatu itu butuh perjuangan..
Kalau mencari pekerjaan saran saya,cari pekerjaan yang jarang ada diindonesia karena prospek lebih baik ketimbang kerja sebagai normal posisi soal'a kagak ada yang terlihat istimewa dr kita yang dilihat atasan sehingga tidak mendapatkan nilai plus
Dijaman sekarang ijazah sarjana belum tentu bisa hidup layak & mendaptkan pekerjaaan yang sesuai tapi jaman sekarang yang dibutuhkan kreatifitas & skill soal'a percuma sarjana kalau kagak punya skill :(
Poskan Komentar