Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah
Ah, itu lah yang kurasakan ketika 10-15 Juni lalu di Pangalengan, Bandung. Walaupun hanya bisa dibilang memberi sedikit tapi rasanya senang sekali. Saat itu aku sedang melakukan Follow Up Diklat “Java Advanture” bersama teman-teman satu tim Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPM). Tujuan kami adalah ke rumah jompo di perkebunan teh Malabar. Kami berangkat dari Jogja tanggal 10 Juni 2011 dengan menggunakan kereta ekonomi Kahuripan. Penuh, sesak, pengab, itulah sensasi yang kurasakan saat naik kereta ekonomi tapi thanks God, aku dan teman-teman dapet gerbong spesial alias gerbong kandang jadinya kami bisa tidur dengan nyenyaknya. Perjalanan berlangsung selama 11 jam. Tiba di stasiun Cimahi *stasiun yang bukan stasiun* kami menuju rumah mas Abi (rekan satu tim) untuk tempat singgah sementara. Hari itu tepat tanggal 11 Juni 20011, tim PPM melakukan proses asesmen ke rumah Jompo Malabar, untuk melihat bagaimana kondisi di sana serta mengurus perizinan. 12 Juni 2011, kami bertolak dari rumah mas Abi ke rumah Jompo Malabar, dan menginap di rumah di kompleks malabar. Tentu saja,
kami ke sana bukan hanya sekedar liburan, tapi juga melakukan sesuatu untuk lansia disana. Lansia di rumah Jompo itu kondisinya bisa dibilang sudah tidak prima lagi. Gampang lupa namun fisiknya masih baik *karena mereka dulunya petani the*. Melihat kondisi itu, Kami hanya bisa mengajarkan kepada mak-mak disana senam lansia, melakukan pengajian bersama, menemani mereka *walaupun agak roaming dengan bahasanya, sunda tulen euy si emak*. Sederhana sekali sebenarnya, tapi entah aku merasakan kepuasan tersendiri. Apalagi saat senam, emak-emak di rumah Jompo terlihat semangat dan senam.
*senam lansia bersama mak-mak di rumah jompo*
Dua hari, kami menghabiskan waktu dengan mak-mak di rumah jompo. Hari terakhir, 14 Juni 2011 adalah hari dimana kami harus menyudahi keberadaan kami di sana. Kami berpamitan, dan saat itu adalah hari dimana saya merasa benar-benar puas juga terharu. Puas karena hmm entahlah tidak bisa dideskripsikan tapi saya senang karena emak-emak disana juga senang. Terharu karena walaupun kami bukan anak atau cucu dari emak-emak disana tapi kami didoakan oleh emak-emak disana. “Sukses ya nak, emak doakan,, doakan emak juga ya nak” begitulah inti dari pesan mak-mak disana *pake bahasa sunda si emak*, ahh terharu aku,, “Makasih ya mak,” ucapku,,, Sampai jumpa lagi suatu hari nanti.,,.
*foto bersama mak-mak penghuni rumah jompo dan warga sekitar”
Dan tepat setelah berpamitan, aku eh kami, kembali menuju rumah mas abi dan esoknya, 15 Juni 2011 kami bertolak lagi menuju Jogja.


8 komentar:
memberi itu memang baik, makanya saya memberi komen :D
anyway, salut deh sama kamu :)
Wahhh hebat lho Restry
keren acaranya..ke rumah panti jompo lagi
bener banget Res... memberi itu juauh lebih mulia dari pada menerima. acaranya memang keren banget... bener kata Ayuk...
@ all : thanks ya ayuk, kang sugeng, sama Rakun :),, kenangan banget lah itu ke sana.. haha..
join to kimciti
Saya juga merasakan kepuasan batin ketika kitra bisa memberi kepada sesama yang membutuhkan
Mampir ya ke blog saya :)
Nice :-)
Salam Outbound...
lebih baik tngan diatas dari pda dibwahh,,i like it
Poskan Komentar